Minggu, 15 Mei 2011

RUMAH ADAT NIAS


PEMBAHASAN
A.   Pengertian Rumah Adat Nias Utara (Omo Hada)
Rumah di Nias adalah potret tradisi nenek moyang suku Nias yang secara rasional menyiasati ancaman sekaligus potensi alam dalam membina bangunan. Hasilnya, sikap pengekangan diri yang melebur dengan keberanian berekspresi. Titik berat rancangan adalah memenuhi kebutuhan bertinggal, tetapi nilai estetika justru lahir dari logika bahan serta konstruksi dan geometri yang sederhana.
Rumah adat nias utara (Omo hada) merupakan sebuah rumah adat dengan bentuk oval  yang letaknya berada pada pulau nias. Pulau Nias adalah sebuah pulau yang berada di sebelah barat Pulau Sumatera, terletak antara 0°12′ - 1°32′ Lintang Utara (LU) dan 97° - 98° Bujur Timur (BT). Kabupaten Nias (ibu kotanya Gunungsitoli) termasuk dalam wilayah propinsi Sumatera Utara. Pulau yang terletak di sebelah barat Sumatera ini memiliki topografi yang berbukit-bukit, sempit dan terjal serta pegunungan. Karena itu, tingginya di atas permukaan laut bervariasi antara 0-800 m. Curah hujannya cukup tinggi, mencapai rata-rata 3.145,1 mm per tahun. Suhu udara berkisar antara 14,30-30,40 knot.





B.  Ciri Rumah Adat Nias Utara (Omo Hada)
Rumah adat nias utara (Omo hada) mempunyai ciri khas diantaranya adalah:
1.    Bentuk dasar elips atau oval,
2.    Biasanya lebar rumah 10 meter, panjang 15 meter, tinggi 9-13 meter,
3.    Pintu masuk dari sebelah bawah. Sisi depan dan belakang agak lurus
4.     Jarak antara tiang-tiang rumah tidak selalu sama
5.    Jarak antara dua barisan tiang di depan lebih lebar ; orang bisa berjalan di tengah
6.    Jarak antara tiang-tiang di belakang lebih rapat; beban rumah di lebih besar
7.     8 lembar papan Siloto (seloto) melintang di atas 62 tiang dari muka ke belakang;
8.    1 Siloto di ujung kiri dan 1 di ujung kanan @ 6 tiang : 2 x 6 = 12 tiang;
9.    2 Siloto berikut sebelah kiri dan kanan @ 8 tiang : 4 x 8 = 32 tiang ;
10. 2 Siloto di pertengahan rumah @ 9 tiang : 2 x 9 = 18 tiang;
11. Jumlah tiang (diluar tiang-tiang penunjang) 12 + 32 + 18 = 62 tiang

C.   Infrastruktur Rumah Adat Nias utara
Rumah adat nias utara dibuat berbentuk oval dan memiliki makna penting yaitu melambangkan kesatuan atau kebersamaan para warga kampung untuk menyatukan pendapat bersama atau intinya adalah “ Lambang Kebersamaan”. Karena dari awal perencanaan pembagunan dilakukan secara musyawarah.
Arsitektur rumah adat nias (Omo hada) terkenal dengan fondasinya yang terdiri atas pengaturan rumit tiang tegak agak miring. Di bagian kaki bangunan kolom-kolom terbagi menjadi dua jenis, yaitu kolom struktur utama yang berdiri dalam posisi tegak dan kolom penguat yang terletak dalam posisi silang-menyilang membentuk huruf X miring Bangunan ini dirancang untuk tahan akan guncangan gempa bumi. Hal ini dapat dilihat dari bangunan yang memiliki tingkat kelenturan karena tiangnya tidak dipancangkan ke tanah tetapi bersandar di atas fondasi batu.
Rumah adat nias utara ini terdapat kolong bawah rumah. Penggunaan kolong memiliki berbagai  fungsi diantaranya yaitu struktur yang kokoh, untuk menciptakan ruang yang cukup efektif untuk menyiasati masalah kelembaban yang ditimbulkan iklim tropis, menghindari kontak langsung penghuni dengan tanah yang cenderung becek saat hujan dan biasanya digunakan sebagai tempat menenun, menyimpan barang, atau memelihara ternak, melainkan benar-benar mengemban fungsi struktural.Walaupun rumah oval di Nias Utara terbukti tahan gempa, namun tak akan mampu bertahan dari terjangan tsunami inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka memilih daerah perbukitan sebagai lokasi meletakkan rumah oval mereka.
Gambar 8 : Pola perkampungan Nias Utara
Pada pola kampung tersebut selalu berorientasi ke arah utara–selatan, sedangkan gerbangnya atau pintunya berada pada arah timur–barat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nias telah mengetahui cara penempatan bangunan yang baik dengan berpedoman pada cuaca atau iklim. Dalam pengertian mereka bahwa arah terbitnya matahari disebut“raya” dan arah terbenamnya”you”.
.
D.   Persyaratan Rumah Sehat
Rumusan yang dikeluarkan oleh APHA (American Public Health Association) bahwa persyaratan rumah sehat adalah :
1.    Harus memenuhi kebutuhan – kebutuhan fisiologis
2.    Harus memenuhi kebutuhan – kebutuhan psycologis
3.    Harus terhindar dari penyakit menular
4.    Harus terhindar dari kecelakaan – kecelakaan
Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.    Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan yang cukup, penghawaan yang baik, ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.
2.     Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah.
3.    Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumahdengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan air limbah rumah tangga,bebas vektor penyakit dan tikus, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran,disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup.
4.    Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah konstruksi yang tidak mudah roboh, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

E.   Rumah Adat Nias (Omo Hada) Ditinjau dari Aspek Kesehatan
Dari kriteria-kriteria dan syarat rumah sehat yang telah dikeluarkan oleh APHA bila dibandingkan dengan infrastruktur rumah adat nias (Omo Hada) maka dapat dijabarkan yaitu sebagai berikut:
1.    Secara fisiologis rumah adat nias (Omo Hada) mempunyai pencahayaan, dan  penghawaan yang baik karena konstruksi rumah adat nias telah mempuyai:
a.    Jendela rumah (sandrela nomo) bentuknya dibuat panjang dan berjarak-jarak. Sehingga cahaya alami dari matahari dapat langsung masuk ke dalam rumah dan udara dapat bersikulasi di dalam rumah.
b.    Atap yang curam dengan bukaan atap yang dapat dibuka, berfungsi memasukkan sinar matahari ke ruang dalam serta memberikan sirkulasi udara yang baik. 
c.    ventilasi serta pintu yang memadai yang berfungsi sebagai sumber cahaya alami sekaligus sebagai jalan keluar masuknya udara. 
2.    Secara psikologis rumah adat nias sudah terpenuhi karena ruangan-ruangan telah terbagi  yaitu
a.    Sinata artinya: lantai rumah. Lantai ini terdiri dari dua tingkat yaitu: bagian lantai tertinggi digunakan sebagai tempat tamu (naha dome) jika ada acara adat berupa pesta pernikahan dan acara-acara umum. Sementaa bagian lantai terendah digunakan untuk tempat tuan rumah (Sowato)
b.    Kamar (Bate’e) terdiri dari tiga buah
c.    Dapur (Naha nawu) dibuat dibelakang bagian isi rumah yang bentuknya agak rendah dari ketinggian ukuran isi rumah.
3.    Bila dilihat dari segi pencegahan penularan penyakit. Rumah adat nias mempunyai jendela serta ventilasi yang baik sehingga Cahaya matahari dapat masuk sehingga dapat menjaga pencahayan, kelembaban ruang, dan pergantian udara. Disamping itu cahaya yang masuk dapat membunuh kuman-penyakit tertentu seperti TBC, influenza, penyakit mata dan lain-lain. Tetapi masih belum tersedia sarana air bersih dan jamban keluarga di rumah adat sehingga pengambilan air bersih  untuk keperpluan sehari-hari agak jauh dari rumah adat hal ini dapat diatasi dengan mendekatan fasilitas penyediaan air bersih dengan menggunakan perpipaan. Begitu pula jamban keluarga juga belum tersedia di rumah adat sehingga penghuninya akan mengalami kesulitan ketika akan membuang hajat. Hal ini dapat diatasi dengan membuat jambang keluarga di dekat rumah ada untuk memudahkan penghuni rumah adat membuang hajat.
4.    Rumah adat Nias utara (Omo hada) ditinjau dari pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah telah memenuhi syarat. Karena insfrastruktur rumah adat nias utara ini sangatlah kokoh dan telah dirancang sedemikian rupa sehingga nyaman dan aman untuk ditempati. Beberapa infrastruktur yang dapat membuat rumah adat ini terhindar dari kecelakaan diantaranya adalah:
a.    Tiang penyangga (diwa) menyilang sebagai penyangga rumah dari serangan angin yang kuat di dataran tingi. Tiang-tiang ini tidak ditancapkan ke tanah, tetapi ditumpukkandi atas batu keras.
b.    Menggunakan tiang penyangga (ehomo) yang cukup tinggi agar terhindar dari binatang binatang buas
c.     Pintu masuk rumah yang letaknya persis di tengah (di bawah kolong rumah) merupakan pelindung terbaik jika ada musuh datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar